Ranah Sains dan Agama
Ranah Sains dan Agama
Galileo Galilei adalah contoh nyata pertempuran antara otoritas agama dengan kebebasan berpikir (terkhusus sains). Saintis dan temuannya kala itu dianggap sebagai ancaman iman dan bisa menyesatkan orang banyak.
Agamawan waktu itu melalui institusinya berhak mengatur semua arus informasi dan pengetahuan, dan juga keyakinan, dari seluruh aspek kehidupan; tak terkecuali sains. Sejarah akhirnya membuktikan bahwa pemikiran Galileo benar dan menjadi pondasi dalam revolusi ilmiah modern.
Persinggungan antara pemikiran sains dan agama memang kerap kali terjadi. Bahkan sudah dimulai abad pertengahan. Pemikiran agama lebih mudah diterima bagi pemeluknya karena sandaran kebenarannya terletak pada keimanan. Di sisi lain, sains membutuhkan proses dan penalaran yang ketat untuk meraih suatu kebenaran, dan karena itu lebih sulit diterima dengan mudah.
Sayangnya, beberapa ranah pemikiran antara keduanya saling bersebrangan. Dalam kasus Galileo sebagai pendukung Copernicus, mengenai peredaran bumi mengelilingi matahari, dia dianggap sesat dan berlawanan dengan keyakinan otoritas keagamaan.
Sudah dipastikan siapa yang benar dalam kasus tersebut karena ranahnya memang kebenaran secara saintifik bukan keyakinan dalam keagamaan.

Komentar
Posting Komentar